Site Network: Personal | Online Shop | Gamat Jeli

 

This blog is about everything I want to share with you...



Syukur dan Sabar


Hidup seorang muslim hendaknya selalu berada pada dua hal: hal bersyukur dan sabar. Jika ia sehat, ia bersyukur dan gunakan kesehatannya untuk melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Sebaliknya, jika sakit, ia ikhlas dan bersabar sambil terus menerus berusaha mengobatinya, disertai dengan sikap tawakal pada Allah. Ia sadar, Allah-lah zat yang mampu menyembuhkan penyakitnya.

Dalam kaitan ini Allah berfirman :

" (Yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dia-lah yang memberi petunjuk. Dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku. dan apabila aku sakit, Dia-lah Yang menyembuhkan aku. Dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali). Dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat." - Asy Syu'araa'; 26: 78 -82.

Oleh karenanya berobat termasuk salah satu perintah dalam ajaran Islam. Rasulullah bersabda : "Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kamu sekalian, tetapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan" Di samping itu ada hal yang perlu diingatkan, untuk tidak berobat ke dukun mistik, paranormal yang mengerti ilmu gaib.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda : "Barangsiapa yang mendatangi dukun peramal (kahin), maka sungguh dia telah kufur kepada apa (Al Qur'an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam"

Rasulullah sendiri tidak mampu meramalkan yang gaib, yang akan terjadi pada dirinya. Allah berfirman: " Katakanlah aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula menolak kemudaratan, kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman." - Al-A'raaf ; 7: 188

Penyakit itu kadang kala datang dengan tiba-tiba, sementara penyembuhannya kadangkala membutuhkan waktu lama. Tidak ada sikap yang perlu dipegang selain bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT.

Rasulullah bersabda : "Jauhilah olehmu segala yang diharamkan, maka pasti engkau akan menjadi orang yang paling taat beribadah. Bersikaplah ridha terhadap segala apa yang telah Allah tetapkan kepadamu." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah)

Dalam hadist lain Rasulullah bersabda pula : " Aku bangga dengan seorang muslim, jika menimpa kepadanya suatu musibah ia ikhlas dan bersabar. Jika mendapatkan kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Sesungguhnya muslim itu pada segala aktivitasnya selalu akan mendapatkan pahala dari Allah sekalipun pada sesuap nasi yang ia masukkan ke dalam mulutnya." (HR Imam Baihaqi dari Sa'ad)

Disamping kesabaran dan ketabahan, juga harus memiliki sikap husnu-zhan (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Apa yang terjadi pada si sakit adalah kebaikan buat dirinya.

Rasulullah bersabda : "Aku bangga dengan orang mukmin, sesungguhnya Allah SWT tidaklah menetapkan suatu keputusan, kecuali akan berakibat baik kepadanya." (HR Ibnu Hibban dari Anas)

"Aku heran dengan mukmin yang gelisah menghadapi penderitaan sakitnya. Jika ia mengetahui sesuatu (pahala) yang terdapat pada sakitnya, ia pasti akan mengharapkan sakit tersebut sehingga bertemu dengan Allah SWT." (HR Thabrani dari Ibn Mas'ud)

Berbaik sangka kepada Allah akan melahirkan persangkaan baik pula kepada sesama manusia. Prinsip semacam inilah yang akan melahirkan sikap saling mengerti, saling memahami, senasib sepenanggungan, saling merasakan (empati), serta suka dan duka dirasakan bersama.Menjenguk orang yang sakit adalah puncak dari rasa persaudaraan yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh setiap muslim. Tiada iman tanpa ukhuwah (rasa persaudaraan) yang mendalam.

Rasulullah bersabda : " Engkau lihat orang-orang mukmin dalam sayang menyayanginya, saling mencintai dan saling mengerti, adalah seperti satu tubuh. Apabila satu anggota tubuhnya sakit, maka yang lainnya akan merasakan pula panas dan demamnya." (HR Ahmad dari Abu Umamah).

K.H. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

-Sakit Menguatkan Iman-

Labels:

posted by n.lestari @ 6:41:00 AM,

1 Comments:

At 11:26 PM, Blogger adipatria said...

Bentuk syukur kita kepada Allah SWT, tidak hanya dengan ibadah yang bersifat ritual saja khan.. alangkah lebih baiknya bila kita aplikasikan dengan banyak2 bersedekah .. bersedekah tidak hanya dalam bentuk materi saja .. bisa dlm bentuk doa, bahkan senyumanpun sudah merupakan sedekah .. bener khan Lestari?

 

Post a Comment

<< Home