Site Network: Personal | Online Shop | Gamat Jeli

 

This blog is about everything I want to share with you...



Tak Hanya Susu Cina Yang Perlu Ditakuti

Heboh susu Cina tercemar melamin memang merisaukan. Terbayang akibat buruknya, melihat enam bayi meninggal dan ratusan memerlukan perawatan rumah sakit. Di sekitar kita, apa yang kita konsumsi dan pakai sehari-hari punya bahaya serupa.

Kita mulai dengan perabot rumah tangga. Sehatkah bahan cat tembok kita? Tidakkah mengandung bahan berbahaya
formaldehyde, misalnya? Apa mainan anak-anak kita juga mengandung cat yang sama membahayakan? Botol kemasan minuman apakah juga aman? Termasuk bahan botol susu bayi, apakah bukan bisphenol A (BPA) yang juga pencetus kanker (karsinogenik)?

Bagaimana dengan kertas dan plastik pengemas kuah panas dari restoran? Apa pemanis buatan dalam penganan dan jajanan tergolong aman? Apa yang ditambahkan dalam kecap, saus tomat, dan sirop murah bukan bahan tambahan berbahaya?

Kita menyaksikan di TV, ada sampo palsu dibuat dari bahan kimia berbahaya. Begitu juga pemutih kulit, cat merah untuk ikan kakap, atau formalin pembeku ikan, tahu, tempe, dan boraks buat bakso. Tanpa pengawet, kerang kita sudah tercemar logam berat karena cemaran industri sudah masuk ke biota laut di pelabuhan.

Bagaimana mungkin kita mengelak dari semua itu, kendati tahu?

Tercemar sejak bayi

Bagaimana dengan jamu nakal buatan rumahan yang dicampur obat dan entah apa lagi, yang tak bisa dipertanggungjawabkan keamanannya? Berapa banyak herbal, obat tradisional, dan penyembuhan alternatif yang memasukkan bahan tak aman ke dalam tubuh? Sebagian herbal Korea dan Cina, Sudah ditarik dari pasar (WHO).

Kita lupa kalau buah impor tidak semuanya aman. Sayur lokal pun belum tentu bebas herbisida dan pupuk kimia, kalau dikonsumsi mentah. Zat kimia pada kulit apel, berapa tahun mencemari usus kita? Belum jelas pula apa dampak buruk mengonsumsi ternak dan pertanian hasil rekayasa genetik.

Anda gemar ikan asin? Sudah pasti mengandung nitrosamine, pencetus kanker juga; selain mungkin sudah dibubuhi obat nyamuk agar tak tumbuh belatung. Bagaimana dengan ikan asap, daging asap, dan gosongnya menu bakaran dengan ancaman kanker, sudahkah Anda insafi?

Industri juga sudah membuat udara dan lingkungan kebanjiran bahan kimia dioksin. Bahan ini sudah mencemari bagian mana saja lingkungan kita. Bahkan, makanan bayi pun dilaporkan sudah tercemar bahan ini. Generasi sekarang sudah tercemar aneka bahan berbahaya sejak bayi.

Minyak goreng dicampur plastik supaya gorengan renyah bukan cerita baru. Minyak jelantah penjaja gorengan pun bekas restoran ayam goreng.

Hormon penggemuk ayam

Sudah pastikah telur yang kita konsumsi bukan telur palsu dari bahan kimiawi buatan Cina? Apakah daging ayam bebas hormon penggemuk? Apa hormon juga tidak ditemukan dalam daging sapi? Bahaya hormon bisa bikin kanker organ reproduksi, selain anak jadi lekas pubertas.

Sudah bebaskah udang kita dari antibiotika? Bagaimana beras yang dibuat tambah putih? Bagaimana nasib orang-orang di jalan padat lalu lintas, di persimpangan kota besar? Udara sudah sangat tercemar, sebagian tidak aman bagi tubuh.

Tahukah Anda es batu yang dijual belum tentu bebas kuman? Kalau airnya tidak steril, bagaimana menjamin es batu tidak bikin orang mencret. Bagaimana penjaja buah dingin, rujak, dan jajanan lain sucihama? Sekadar diare sudah bikin kehilangan hari kerja, ongkos berobat, dan produktivitas. Anak mencret terhambat tumbuh-kembangnya.

Air minum daur ulang, kemasan botol plastik dipakai ulang, apakah diinsafi kalau belum tentu aman bagi kesehatan.

Cemaran juga bisa datang dari kosmetik. Berapa merek kosmetik tak terdaftar dan lolos memasuki pasar jenis yang mengandung mercuri (Hg). Racun logam berat ini merusak tubuh, selain terakumulasi untuk waktu lama lewat kulit. Berapa jelek bahan kimia pada sejumlah jenis pengharum ruang yang belum tentu aman bagi kesehatan. Bahan timbel (Pb) dari bensin yang belum bebas timbel tergolong tidak aman juga.

Bagaimana pula kita memanen dan menyimpan kacang, padi-padian, umbi-umbian, sehingga tidak ditumbuhi kapang penghasil racun aflatoksin yang membahayakan tubuh. Aflatoksin sama jahatnya dengan pencemar kimiawi bagi hati. Kanker hati terjadi akibat lama mengonsumsi aflatoksin dari kacang, dan jamu yang dibuat dari bahan tercemar kapang. Termasuk racun lain dari tempe bongkrek.

Tak sadar kita sudah menelan berapa ratus, bisa jadi berapa ribu bahan kimia tambahan dalam makanan. Apa saja kimia yang berasal dari kue, penganan, bahan penggaring, antilengket mi, dan obat buat bikin roti, atau pengembang dalam kue. Tidak seluruhnya berbahaya. Namun, bagaimana aman pun zat kimia, ia tetap bahan asing bagi sel tubuh. Seberapa bisa tubuh tidak sampai dicemari?

Industri makanan dunia terus menambahkan jenis kimia bagian dari teknologi pangan, yang mungkin baru di kemudian hari kedapatan tidak aman. Sejumlah pewarna, pengawet, pemanis buatan baru belakangan terbukti tidak aman bagi kesehatan.

Kanker- akibat diet

Kanker paling banyak disebabkan oleh faktor diet. Kita perlu lebih mewaspadai apa yang dikonsumsi. Bertahun-tahun mengonsumsi bahan kimia dari aditif makanan, tentu tubuh akan terganggu. Bahaya paling ditakuti jika mencetuskan kanker.

Kalau ditanya apa kasus kanker bertambah banyak, harus dijawab iya. Penyebabnya, semakin banyak cemaran pencetus kanker beredar di lingkungan manusia. Udara, air, tanah, selain makanan dan minuman, sudah dibanjiri oleh zat-zat karsinogenik si pencetus kanker.

Belum lagi dari gelombang elektromagnetik dalam peralatan elektronik. Radiasi monitor komputer, ponsel, selain paparan alam dari ultrared matahari, dan ozon. Tubuh orang sekarang sudah sangat kuyup oleh aneka pencetus kanker, selain dari makanan yang tidak menyehatkan.

Kesehatan ada di dapur

Ya benar. Kesehatan itu ada di dapur, bukan di restoran. Upayakan memperoleh menu harian dari dapur sendiri. Bukan saja lebih menyehatkan, efisien, sesuai selera, dan tentu lebih bersih. Kita tidak tahu bahan masakan di restoran sudah disimpan berapa lama, apakah diolah dengan minyak sehat, dan tak diimbuhi penyedap. Begitu juga jajanan. Buatlah sendiri ketimbang beli.

Dengan sangat berat hati, tanpa maksud menutup usaha restoran dan penjaja makanan, demi sehatnya rakyat kita, sikap itu harus tegak. Sebagian besar pihak belum tahu, dan pemerintah wajib memberitahu, kalau bahan, cara, dan pembuatan yang dikonsumsi masyarakat tidak seluruhnya aman bagi kesehatan.

Jika tidak, sampai kapan rakyat harus memikul beban ekonomi jika kondisi tidak sehatnya makanan dan minuman harian, dan ancaman kesehatan lain, masih terus tidak dilakukan langkah dan kebijakan politik yang tegas.

Kalau jamu nakal masih bikin tulang keropos, kencing manis, dan darah tinggi, dan sebagian penganan, akibat cara kemas, cara olah, bikin rakyat berisiko kena kanker kelak, ongkosnya kelewat mahal jika dibiarkan tanpa tindakan. Sekarang waktunya untuk bertindak.

Oleh:
Dr. Handrawan Nadesul
Dokter Umum

Sumber: Senior

Labels:

posted by n.lestari @ 8:15:00 AM, , links to this post




Tips dan Trik: Mengurangi Penggunaan Memory Pada Firefox


Apakah anda pengguna browser Firefox ?

Jika ya, ada sedikit tips dan trik menarik nih untuk mengurangi penggunaan memory pada Firefox.

Mungkin anda belum mengetahui, kalau Firefox banyak memakan memory, terutama jika anda membuka lebih dari 6 tab.

Tips dan trik berikut ini akan membantu mengurangi penggunaan memory ketika anda menggunakan browser ini :

1. Buka Firefox

2. Pada adress bar, ketik about: config lalu tekan Enter.

3. Klik kanan pada halaman dan pilih New -> Boolean.

4. ketika muncul kotak pops up, ketik "config.trim_on_minimize" tanpa tanda kutip. Tekan Enter.

5. Sekarang pilih True, kemudian tekan Enter.

6. Restart Firefox. Sekarang, setiap kali Anda meminimalkan jendela Firefox, ia akan memaksa aplikasi untuk melepaskan memori yang tidak digunakan.

Selamat mencoba, mudah-mudahan bermanfaat :)

Sumber: http://artikel-it.blogspot.com


Labels:

posted by n.lestari @ 7:40:00 AM, , links to this post




Makan Apa Agar Tidak Makin Lupa?


Terapi nutrisi, dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, terbukti ampuh untuk meredakan "penyakit lupa". Zat gizi apa saja yang mesti diperhatikan?


"Penyakit lupa" secara umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Walaupun demikian, para pria tampaknya harus lebih waspada. Menurut hasil riset Henry Ford Health System, pria potensial lebih rawan menjadi pelupa daripada wanita. Sebab, secara alami penyusutan otak pria berlangsung lebih cepat seiring dengan bertambahnya usia. Penyusutan itu terjadi pada tiga bagian otak yang berperan dalam proses berpikir, merencanakan, dan mengingat. Hal ini membuat pria lebih mudah kehilangan kemampuan mengingat, bahkan kepikunan.


Nah, sebelum hal separah itu terjadi, hadang dengan makanan yang tepat. Jika memang diperlukan, tambah dengan suplemen. Jangan lupa, berhenti merokok atau minum alkohol, berolahraga teratur, menghindari stres, dan cukup berekreasi.



Makanan peredam lupa


Diperkirakan 20-50 persen penduduk yang telah berusia 40-an tahun, tubuhnya kurang mampu menyerap vitamin B-kompleks dengan baik, khususnya vitamin B12. Padahal vitamin B12 sangat besar perannya dalam mengerem kemunduran daya ingat dan kemampuan daya ingat dan kemampuan berpikir kreatif. Vitamin B12 banyak terdapat dalam daging, hati, keju, ayam, kuning telur, susu, aneka ikan laut dalam (tuna, salmon, makeral, sardin), yogurt, prune.


Peran yang sama dengan vitamin B12, diemban pula oleh asam folat, yang masih termasuk anggota keluarga vitamin B12, diemban pula oleh asam folat, yang masih termasuk anggota keluarga vitamin B-kompleks. Namun asam folat terutama berperan menyeimbangkan pikiran yang tidak menentu, seperti sulit mengambil keputusan. Sumber utama asam folat diantaranya sayuran hijau (seperti bayam), hati, daging, keju, kacang hijau, kacang merah, kedelai, kacang-kacangan (nuts) seperti almond, pecan, walnut, dan manisan buah kering (kurma, kismis, sultana, plum).


Menurut hasil riset tim dari National Institute of Aging di Bethesda, Maryland, AS, makanan kaya vitamin C sangat baik untuk memperkuat daya pikir. Vitamin C merupakan antioksidan utama yang membersihkan hambatan pada jaringan penghantar saraf, sehingga fungsi mengingat berlangsung dengan baik. Dengan demikian, jangan lupakan buah-buahan segar, jika tak ingin menjadi si pelupa. Beberapa contoh buah kaya vitamin C diantaranya jambu biji, stroberi, jeruk, belimbing manis, mangga, pepaya, tomat.


Yang tak kalah penting peranannya sebagai pemulih daya ingat adalah makanan sumber vitamin E, karena vitamin E bersama vitamin C termasuk antioksidan dan kuat. Asupan harian vitamin E 100 IU sendirian (tanpa memperhatikan asupan zat gizi lainnya) dapat menyusutkan risiko menjadi pelupa hingga 27 persen. Jika pola makan sehari-hari juga diperkaya dengan vitamin C, misalnya, manfaat tersebut akan makin meningkat. Beberapa bahan makanan yang potensial sebagai sumber vitamin E adalah sayuran daun hijau gelap, ubi jalar, telur, susu, kacang tanah, seledri/peterseli, ikan salmon, ikan tuna.


Jadi, sekarang kita tahu, minum jus seledri/peterseli tidak hanya bermanfaat untuk meredakan hipertensi, tapi juga untuk memperkuat daya ingat kita. Ada baiknya dicoba.



Suplemen anti-lupa


Guna meredam kemunduran ingatan dengan hasil yang lebih cepat, Dr. Robert C. Atkins, penulis buku Dr. Atkin's Age-Defying Diet Revolution (Bantam/Random House Australia, 2000), menyarankan beberapa suplemen. Dr. Atkins adalah seorang ahli jantung, pendiri dan direktur medis Atkin's Center for Complementary Health di New York City, AS. Ia populer dengan pola diet tinggi protein Atkin's Diet yang diperkenalkannya.


Namun seperti selalu diingatkan oleh Andang Gunawan, ahli terapi nutrisi, berkonsultasilah dengan dokter/ahli gizi atau ahli terapi nutrisi sebelum mengkonsumsi suplemen apapun. Suplemen adalah pekatan nutrisi yang sebaiknya digunakan dalam kondisi darurat dan tidak dikonsumsi terus menerus dalam waktu lama. Selama minum suplemen, minum air putih lebih banyak.


Suplemen vitamin V-kompleks, yang lengkap berisi beragam vitamin B, dari tiamin hingga kobalamin (vitamin B12), penting perannya dalam menunjang daya ingat. Kekurangan salah satu saja vitamin B dapat mengakibatkan gangguan kognitif, seperti pelupa, kegelisahan, depresi, sulit tidur. Jadikan vitamin B12, sebagai patokan dosis mengkonsumsi suplemen vitamin B-kompleks, yakni 1.000 mg per hari.


Suplemen asam folat, baik untuk menyusutkan homosistein dalam pembuluh darah, sehingga peredaran darah kaya oksigen menuju jantung dan otak menjadi lancar. Kadar homosistein tinggi, memicu munculnya gejala pelupa; jika kadarnya berlebihan, rawan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Kalau Anda memiliki garis keturunan kepikunan dini (pelupa parah di usia 30-40 tahun, serangan jantung, stroke), minumlah suplemen asam folat 3-8 mg per hari. Jika hanya mengalami gejala pelupa, cukup 800 mkg per hari.


Suplemen acetyl-L-carnitine (ALC) merupakan salah satu pekatan asam amino karnitin, lebih mudah diserap dibanding karnitin. ALC berfungsi mempertajam daya ingat dan daya tanggap, memperlambat kemunduran fungsi sel-sel otak dan meningkatkan daya hantar pesan dalam sistem saraf. Jika kita telah berusia 40 tahun dan tidak pelupa, suplemen ALC 500 mg per hari dapat menajamkan daya ingat. Untuk yang pelupa, 1.000 mg. Minum pada pagi hari.


Suplemen DHA (docosahexaenoic) cukup diminum 1.000 mg per hari, walaupun ada juga yang menyarankan hingga 3.000 mg. DHA merupakan salah satu penyusun utama jaringan otak, berperan dalam kemampuan mengingat pada segala tahapan usia, dari bayi, anak-anak hingga lansia.


Suplemen PS (phosphatidyl serine) telah diujikan terhadap 149 orang berusia 50-an tahun. Separuh peserta mendapatkan suplemen PS 3 kali sehari @ 100 mg, selama 12 minggu; sisanya diberi suplemen bohongan (plasebo). Hasilnya, pesserta yang memperoleh PS mengalami peningkatan daya ingat dan daya tanggap hingga 15 persen. PS juga dapat mengerem kemunduran fungsi otak akibat membanjirnya produk "hormon stres" kortisol. Minum 100-300 mg per hari, sebaiknya sebelum sarapan dna makan siang. Setelah tidak meminumnya lagi, efek perbaikan dari suplemen PS masih akan terus berjalan hingga 4 minggu sesudahnya.


Sumber: Majalah Nirmala




Labels:

posted by n.lestari @ 4:14:00 PM, , links to this post