Site Network: Personal | Online Shop | Gamat Jeli

 

This blog is about everything I want to share with you...



Stress and How to Avoid It

Stress is something that is in every ones day to day life. Stress could definitely lead to a lot of different things that could make the stress problem worse. Stress could lead to many bad things that could change your life. There are a few different types of stress, depending on what you are stressed about. You could be stress about work, money, or just any situation like that. Even if you worry a little bit about something, it could lead to stress. Then stress could lead to worse things than that.

Many people have stress because they are so tired. If a person is not getting enough sleep, they are going to be irritable and not in the right state of mind. They may be an easier target for getting stress because their body and mind is so vulnerable to it. Another reason for stress is being fired or laid off from a job. If a person is having trouble at work, or they have lost their job, they are going to find themselves with feelings of depression and anxiety.

If a person is worried about money, they will start to feel depressed from all the worrying. This can also cause relationship problems at home. If a person is having money troubles, it may start to affect the way a husband and wife gets along. This can even lead to divorce and separation.

Stress could get to the point that it could hurt you yourself. It could lead to hair loss, nerve problems, head problems, and even worse than that. The best thing for you to do is stop the stress problem before it leads to something severe. Life can be very fun, and enjoyable without stress.

Thinking positive will reduce the risk of being stressed out. Thinking negative is what causes you to lead to being stressed out. Worrying about things is also a leading cause of stress. Therefore, as long as you think positive you should be able to sit back, and enjoy life with it being stress free.


Labels:

posted by n.lestari @ 4:53:00 PM, , links to this post




Kenali Stres Melalui Kulit, Rambut, dan Kuku

Masalah deadline pekerjaan, pasangan yang sedang ngambek, bos yang selalu tidak puas sampai anak sakit. Semua itu adalah masalah biasa, namun bisa berakibat stres jika Anda tidak bisa mengkontrolnya. Stres dapat membuat perubahan emosi dan fisik, seperti cepat lelah, pusing, ataupun mudah emosi. Namun, stres juga bisa mengarah ke perubahan kondisi dermatologi Anda. Dermatoligist Flor A. Mayoral, MD, FAAD, konsultan klinik di departemen dermatologi dan bedah kulit di Fakultas Kedokteran Universitas Miami, Florida, menjelaskan akibat stres yang mempengaruhi kondisi kulit, rambut dan kuku, dan tip untuk mengontrol gejela-gejala tersebut.

“Stres dapat mempengaruhi kondisi kulit dan menimbulkan kondisi yang akan membuat seseorang bertambah stres. Belajar menghadapi efek stres di kulit Anda dapat mengurangi stres yang Anda alami,” ujar Dr. Flor.

Stres dan Kulit

Ketika seseorang stres, produksi hormon (cortisol) meningkat. Hormon ini meningkatkan produksi minyak yang berlebihan dari dalam tubuh. Akibatnya, jerawat muncul. Sebuah penelitian yang dicatat di Archives of Dermatology, Psychological Stress Perturbs Epidermal Permeability Barrier Homeostasis, mengungkapkan bahwa stres memiliki efek negatif sehingga kulit tidak dapat berfungsi normal. Salah satu akibatnya adalah munculnya jerawat bahkan pada orang yang tidak memiliki masalah jerawat sekalipun.

Stres dan rambut

Ada banyak alasan mengapa rambut bisa rontok. Namun, Dr. Flor lebih percaya, stres adalah penyebab utama kerontokan rambut yang tiba-tiba. Penjelasannya adalah ketika seseorang stres, rambut masuk dalam fase telogen (rambut rontok). Telogen effluvium adalah fase rambut rontok normal yang muncul dalam 3 bulan setelah sebuah kejadian yang membuat seseorang stres. Namun rambut akan tumbuh lagi dalam waktu 6 – 9 bulan. Dr. Flor menjelaskan meski kondisi ini normal, namun sebaiknya tetap diperiksakan oleh dermatologist untuk pemeriksaan lebih teliti. “Saya bisa meminta pasien untuk tidak melakukan diet ketat karena kurangnya nutrisi dan penurunan berat badan yang drastis dapat membuat kerontokkan rambut,” kata Dr. Flor.

Stres dan kuku

Beberapa orang ketika stres memiliki kebiasaan yang akhirnya mempengaruhi kondisi kuku mereka, seperti menggigit kuku atau menggosok jari-jari mereka ke kuku ibu jari. Akibat dari kebiasaan ini dapat menciptakan permukaan tidak rata pada kuku dan kerusakan pada lapisan luar kuku. Selain itu, efek stres lainya adalah kuku yang mudah robek.

“Terkadang, mereka tidak menyadari kebiasaan menggigit atau ‘mengutak-atik’ kuku diakibatkan karena stres atau perasaan gugup. Meskipun ada juga beberapa yang memiliki kebiasaan ini bukan karena stres,” ujar Dr. Flor menjelaskan.

Stress Management

Dr. Flor kembali menekankan cara menghadapi stres adalah tetap memiliki kontrol atas diri Anda. Contohnya bagi mereka yang menghadapi masalah jerawat stres, Dr. Flor menyarankan untuk langsung pergi ke ahli kulit untuk mengatasinya. “Seseorang yang mengetahui cara mengatasi masalah-masalah akibat stres, merasa memiliki kekuatan dan dapat menguasai dirinya,” ujar Dr. Flor lagi.

Namun, Dr. Flor juga memberikan tip untuk mencegah efek stres secara internal dan eksternal.


Sumber: http://www.conectique.com


Labels:

posted by n.lestari @ 5:58:00 PM, , links to this post




Jangan Pernah Menelpon Sebelum Tidur!

yMenerima telpon dari kekasih setiap malam dan mendengar suaranya sebelum tidur bagaikan sebuah nina bobo yang pasti membuat Anda tidur nyenyak. Apa benar seperti itu?

Sebuah penelitian terbaru yang disponsori oleh Mobile Manufacturers Forum mengungkapkan fakta yang berbeda. Berbicara melalui ponsel dalam waktu lama sebelum tidur malam justru dapat mengganggu kesehatan Anda. Penelitian tersebut menjelaskan radiasi yang dialirkan melalui handset ponsel saat Anda berkomunikasi melalui ponsel, dapat menyebabkan insomnia, sakit kepala dan tentu saja memotong waktu tidur.

Atau pendek kata, berbicara melalui ponsel langsung dari handset mengakibatkan seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk tidur lelap sehingga kualitas tidur nyenyak pun berkurang. Padahal tidur lelap sangat penting karena pada saat itu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak saat Anda beraktivitas.Penelitian yang dilakukan adalah melihat dan membandingkan siklus tidur dari responden yang terdiri dari 36 perempuan dan 35 laki-laki antara usia 18 sampai 45 tahun.

Responden kemudian dibagi dalam dua grup. Grup pertama diberikan radiasi yang tingkatnya sama seperti radiasi saat mereka berkomunikasi melalui ponsel, sedangkan grup kedua tidak. Hasil yang terlihat adalah grup pertama membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk ke dalam tidur lelap dibanding grup kedua.

"Kami menemukan fakta yang membuktikan ponsel memiliki efek terhadap otak manusia," demikian penuturan Profesor Bengt Arnetz yang memimpin penelitian ini. Penuturan serupa dikemukakan oleh Dr Chris Idzikowski, direktur Edinburgh Sleep Centre, Inggris. "Kini ada bukti konkrit dari para peneliti yang mengungkapkan berkomunikasi melalui ponsel langsung dari handset selama satu jam sebelum tidur mempengaruhi kualitas tidur,". Penelitian yang dilakukan oleh Institut Karolinska dan Universitas Uppsala di Swedia dan Universitas Waybe State di Michigan, AS diterbitkan di Institut Teknologi Massachusetts, AS.

Sumber: http://www.conectique.com


Labels:

posted by n.lestari @ 5:47:00 PM, , links to this post